Berita Sekitar Kita

Partai Politik Wadah Aspirasi Rakyat atau Kaum Elite


Bangsa indonesia yang terekanal dengan demokrasinya, salah satu  jabaranya adalah memberikan ruang yang luas dan lebar bagai rakyat untuk menentukan nasib bangsanya. Muaranya adalah kedaulatan ada di tangan rakyat. Salah satu kegiatan yang menjadi kelander rutin yakni Pemilahan Umum Legsilatif untuk memilih wakil  rakyat yang akan duduk di DPR , DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Lebih maju lagi rakyat diberikan kesempatan untuk memilih pemimpinnya secara langsung satu suara satu orang untuk menentukan Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota. Hal itu disambut antusisme oleh  masyarakat. Dalam perjalanan menuju tatanan itu dikenal pula partai politik yang mempauanyai ranah dan diatur dalam undang-undang.
Pemilhan Umum Ketika pemilihan umum/pemilihan kepala daerah tiba, semua perhatian tertuju kepada siapa yang akan menduduki tampuk kekuasaan, siapa yang akan mencalonkan diri dan siapa yang akan kita pilih. Semua ini akhirnya akan bermuara kepada keterlibatan partai politik dalam memilih kandidat, memperkenalkan kepada konstituen/masyarakat pemilih pada umumnya. Namun pertanyaannya kemudian apakah partai politik yang merupakan salah satu komponen infra struktur politik dalam negara ini aspiratif bagi rakyat atau hanya untuk kepentingan kaum elit tertentu saja?
Sebelumnya, mari kita lihat apa sebenarnya partai politik itu dan apa peran dan kepentingannya.Sebuah Partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Partai politik adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik – (biasanya) dengan cara konstitusionil – untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. Partai politik adalah sarana politik yang menjembatani elit-elit politik dalam upaya mencapai kekuasaan politik dalam suatu negara yang bercirikan mandiri dalam hal finansial, memiliki platform atau haluan politik tersendiri, mengusung kepentingan-kepentingan kelompok dalam urusan politik, dan turut menyumbang political development sebagai suprastruktur politik.
Dalam rangka memahami Partai Politik sebagai salah satu komponen Infra Struktur Politik dalam negara, berikut beberapa pengertian mengenai Partai Politik, yakni :
Carl J. Friedrich: Partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin Partainya, dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota Partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil.
R.H. Soltou: Partai Politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyaknya terorganisir, yang bertindak sebagai satu kesatuan politik, yang dengan memanfaatkan kekuasan memilih, bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka.
Sigmund Neumann: Partai Politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham.
`Miriam Budiardjo: Partai Politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya), dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
Menurut Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008, Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sehingga sangatlah ideal bahwa partai politik itu merupakan wadah aspirasi rakyat, hampir tidak ada satu aspirasi/masalahpun yang akan luput dalam pandangan mereka terkait usaha-usaha menuju terciptanya kesejahteraan dan kemandirian rakyat. Penguasaan regulasi/aturan partai politik melalui dewan perwakilan rakyat (DPR) baik di tingkat pusat maupun daerah akan memberikan peluang yang cukup untuk mengakomodir/menyuarakan aspirasi rakyat, mereka dapat mengatur segala hal bersama pemerintah tentang rumusan-rumusan dan langkah kongkrit kemajuan dan peradaban baru yang demokratis dan berkerakyatan. Merekalah (partai politik) yang akan selalu berteriak ketika hak-hak rakyat dirugikan.
Sejak jaman berkuasanya orde lama, orde baru, hingga kita memasuki gerbang orde reformasi yang kemudian menjadi secercah harapan akan datangnya sebuah perubahan sistem negara yang demokratis dan lahirnya kesejahteraan rakyat akhirnya juga kandas. Kita kemudian berpijak kepada mengambil hikmah bahwa setiap apapun, tidak pernah lepas dari segala kekurangan dan kelebihan.Beberapa partai politik besar yang berkuasa, ternyata sama saja belum bisa memperlihatkan dirinya sebagai agen pembaharu dan wadah aspirasi, malah yang kita tangkap saat ini bahwa harga diri bangsa ini semakin terinjak-injak, banyak pemimpin produk Partai politik yang kita percaya ternyata hanya bermulut manis, hanya mampu mengeluh dan bahkan sering saling menyalahkan.
Fenomena yang sangat ironis. Tidak sedikit partai politik hanya memberikan ruang yang luas kepada kepentingan kaum elit tertentu untuk mengeruk keuntungan diatas penderitaan rakyat, bukan mendatangkan kesejahteraan namun malah mendatangkan musibah. Yang lebih parah lagi mereka berani-beraninya menyalahkan rakyatnya. Tidak sedikit berita pada media masa nasional maupun lokal menggambarkan akan keterpurukan kinerja mereka. Disaat rapat /Pembahasan-pembahasan yang memperjuangkan nasib rakyat, mereka banyak yang tidak hadir. Dan tidak sedikit juga dari mereka yang duduk di kursi dewan perwakilan rakyat juga tertidur pulas. Lalu kapan mereka akan berjuang? Partai politik saat ini telah kehilangan makna dan kepercayaan, kebanyakan mereka selalu berbicara tentang uang dan kekuasaan bukan berbicara tentang aspirasi rakyat. Harusnya peran aktif mereka adalah memberikan pendidikan politik, melatih rakyat untuk memahami makna demokrasi, melakukan kaderisasi untuk mendapatkan calon-calon/ generasi pemimpin masa depan bukan kepada mempertahankan status quo pemahaman rakyat tentang politik yang rendah dan mengeruk keuntungan dengan menghalalkan segala cara.
Untuk itu guna menentukan pemimpin pada saat datangnya pesta rakyat nanti, sangatlah perlu untuk kita bersama-sama mempelajari dan betul-betul berpartisipasi sebaik mungkin, sehingga tidak lagi kita jatuh pada lubang yang sama, tidak lagi tergerus oleh isu, fitnah, sogokan, maupun tipu daya lainnya. Kitalah yang menentukan nasib bangsa ini bukan negara/bangsa lain.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s